Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

Ø¥ِÙ†َّ الصَّÙ„َاةَ Ùƒَانَتْ عَÙ„َÙ‰ الْÙ…ُؤْÙ…ِÙ†ِينَ Ùƒِتَابًا Ù…َÙˆْÙ‚ُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Selasa, 21 Juni 2011

Tentara penjajah NATO bunuh bocah Afghan selama jam sekolah berlangsung

Hanin Mazaya
KAPISA (Arrahmah.com) - Sedikitnya empat anak sekolah dan seorang guru tewas dan beberapa lainnya mengalami luka dalam serangan misil yang dilancarkan oleh agresor Peranics di sebuah sekolah di provinsi Kapisa di Afghanistan tengah.
Seorang anggota dewan provinsi boneka juga mengonfirmasikan serangan, lapor Press TV pada Senin (20/6/2011).
Sementara itu, presiden boneka Afghanistan, Hamid Karzai di Kabul mengatakan bahwa mereka hanya mendapatkan informasi mengenai pembunuhan guru sekolah dan anak-anak dan beberapa yang terluka.  Para pejabat boneka tidak menyebutkan bahwa agresor Perancis telah membombardir sekolah selama jam sekolah berlangsung.
Perlu diingat bahwa pada akhir Mei lalu, teroris AS telah membunuh 12 anak dan dua perempuan di Afghanistan.
Pada saat itu, diketahui bahwa serangan udara di sebuah desa di provinsi Helmand juga mengakibatkan enam anak dan seorang perempuan mengalami luka parah.
Dalam kasus tersebut, seperti biasa, teroris NATO menyebut pembunuhan itu sebagai sebuah “kecelakaan” dan “berjanji” akan melakukan penyelidikan.  Namun hingga kini kasus tersebut seperti menguap tanpa jejak.
Sementara itu, sebagaimana yang telah dibuktikan oleh sumber Karzai, rumah-rumah sipil ditargetkan oleh serangan misil dari tiga helikopter NATO, dan bukan posisi Mujahid Imarah Islam Afghanistan.
Perempuan dan anak-anak di rumah tidak mengharapkan serangan itu dan mereka sedang tidak bersembunyi dari apapun.  Mereka sengaja dibunuh dengan roket sebagai balasan atas serangan Mujahidin terhadap
pangkalan militer di Nevzade, sungguh pengecut!
Perlu diketahui bahwa teroris NATO secara teratur membunuh anak-anak Afghan, membombardir pesta pernikahan, prosesi pemakaman, melakukan serangan misil dan artileri di desa-desa, di mana Mujahidin tidak memiliki kehadiran di sana.  Dan setiap kali peristiwa terjadi, teroris NATO selalu mengatakan, “akan melakukan penyelidikan”.
Teroris Amerika juga membunuh anak-anak Muslim di Pakistan dan Waziristan, menggunakan serangan pesawat tak berawak.  Berbeda dengan Afghanistan, setelah pembunuhan di Waziristan, tentara salib AS tidak menganggap perlu untuk menanggapi tuduhan terhadap bocah-bocah tak berdosa di sana.  (haninmazaya/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .