Pages - Menu

BIADAB LA'NATULLAH

Blogger templates

Proyek Pencetakkan Al-qur'an

Jadwal Sholat Untuk DKI Jakarta

Jadwal Sholat

Segala puji hanya milik Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sholawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi was sallam tuntunan kita, orang yang sangat kita cintai. Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [ QS. An Nisa’ (4) : 103]

Apabila Anda ingin menampilkan Jadwal Sholat ini di blog Anda, Ini caranya menampilkan Widget Jadwal Sholat di blog Anda


Reklame Anda

Reklame Anda
Manfaat Madu Bagi Kesehatan

Reklame Anda

Reklame Anda
Madu dari HD

Silakan Pesan

untuk pemesanan produk Madu dari HD bisa anda dapatkan di Al-Ikhwaninlife dengan no hp: 081279651501 dan 08197974192. Untuk keterangan lebih lanjut hubungi kami di nomor tersebut.

Minggu, 26 Juni 2011

Klub Istri Taat Suami: "kami adalah pejuang poligami"

Rasul Arasy
JAKARTA (Arrahmah.com) – Klub Istri Taat Suami yang membuka cabang di Indonesia pada 18 Juni lalu, menuai pro dan kontra. Pihak yang menolak deklarasi klub, berasal para istri dan kalangan feminis yang memandang klub ini telah merendahkan perempuan. Seiring dengan kontra yang terus merebak karena penerimaan klub tersebut terhadap syariat poligami, mereka dengan tegas mengatakan bahwa klub Istri Taat Suami adalah pejuang poligami.

“Kami hanya ingin berbagi pengalaman bahwa di Global Ikhwan ada cara mendidik suami, mendidik istri, dan anak-anak. Kami membagi bagaimana melaksanakan perintah Tuhan untuk taat. Di mana merendahkannya?” kata Gina Puspita, Ketua Klub Istri Taat Suami Indonesia, Rabu lalu.
Kecaman terhadap klub ini makin kencang manakala seorang pengurusnya mengatakan agar para istri melayani hasrat seksual suaminya seperti pelacur melayani pelanggannya demi menghindari perselingkuhan. Klub ini dituding menyamakan istri dengan pelacur dan urusan pernikahan hanya sebatas ranjang.
“Kita melayani suami karena Tuhan, maka kita berbuat seperti orang yang melayani orang lain karena uang, tapi bukan menyamakan seperti pelacur,” ujar Gina, yang menjabat sebagai Ibu Global Ikhwan untuk wilayah Sumatera I, yang melingkupi seluruh Sumatera, kecuali Medan dan Aceh.
Global Ikhwan didirikan oleh Abuya Asaari Muhammad Tamimi, yang pernah mengaku mendatangkan tsunami Aceh pada 26 Desember 2004. Saat berdiri pada 1968, namanya adalah Darul Arqam, lalu berubah menjadi Rufaqa lantaran dianggap sesat oleh Pemerintah Malaysia, dan akhirnya berubah lagi menjadi Global Ikhwan.
Pusat perkumpulan ini sekarang berada di Haramain (Tanah Suci) Mekah dan Madinah, Arab Saudi, setelah bertahun-tahun berada di Malaysia. Cabang-cabangnya ada di Indonesia, Malaysia, Yordania, Suriah, Mesir, Eropa, dan Australia. Anggotanya diprediksi mencapai 10 ribu jiwa di seluruh dunia. Di Indonesia, Gina memperkirakan ada 500 keluarga.

Geliat bisnis Global Ikhwan berjalan di Indonesia. Di Jakarta, Global Ikhwan menyewa sebelas rumah toko di Plaza Niaga II Blok E 9-21 Sentul City, Bogor. Aktivitas yang ada antara lain homestay, penerbitan, minimarket, rumah produksi, rumah kebajikan (rumah amal), asrama untuk santri perempuan dan laki-laki, usaha air isi ulang, kafetaria, klinik gigi dan salon, serta sekolah taman kanak-kanak. Tak jauh dari plaza di kawasan Victory, Global Ikhwan menjalankan usaha binatu, toko roti, dan penjahitan pakaian.
Gina juga mengungkapkan, setelah peluncuran klub, banyak yang datang dari tokoh-tokoh Islam, MUI, konglomerat, dan pemerintah. Dari kantor Wali Kota Jakarta Selatan datang meminta agar Klub Taat Suami bisa membagi cerita dengan ibu-ibu PKK. Orang-orang banyak yang bertanya konsep taat suami itu seperti apa.
Sementara itu, menanggapi kalangan yang kontra Gina menjelaskan beberapa sebab. Pertama, mungkin mereka tidak memahami konsep taat yang mereka pahami.
“bagi kalangan feminis, konsep taat itu menjadi asing. Islam itu awalnya asing dan kembali menjadi asing. Bukan saja soal taat. Waktu saya pakai jilbab pada 1982, hebohnya luar biasa. Tapi, lihatlah sekarang, jilbab bukan suatu yang aneh. Sebenarnya, kalau kita masuk ke perusahaan, ada bos, pemiliknya, kita yang jadi stafnya itu taat. Ketaatan itu maksudnya bukan sesuatu status yang merendahkan martabat”, ujarnya.
Lebih lanjut Gina mengungkapkan bahwa sejak Global Ikhwan berdiri (1968) ada cara mendidik suami, mendidik istri, dan dan anak-anak.
“Dalam rumah tangga, sudah Tuhan katakan bahwa pria itu pemimpin bagi perempuan. Suami yang baik, bukti bahwa dia taat kepada Allah, dia adalah yang berakhlak baik. Begitu juga istri. Kalau dia taat kepada Allah, dia akan mengikuti suami. Rasulullah sendiri mengatakan perempuan itu di (hari) akhir akan dilihat empat hal: salat, puasa, menjaga marwah dirinya, yang keempat akan ditanya tingkat ketaatan pada suami”, jelasnya.
Terkait poligami Gina menjelaskan bahwa pada dasarnya konsep poligami itu datangnya dari Allah, sehingga ketika ketaan itu ada, maka semua syariat Allah juga harus diterima termasuk poligami.

Artinya, kalau kita taat kepada Allah, kita harus terima seluruh perintah Allah yang dibolehkan. Poligami termasuk yang dibolehkan Allah. Itu kita harus menyetujuinya. Makanya saya geli kalau ada yang bilang korban poligami (tertawa). Kalau kami ini bukan korban, kami ini pejuang poligami”, tandasnya.
Dalam bidang bisnis Global Ikhwan sendiri selama ini bergerak di bidang kesehatan, pendidikan, kesejahteraan, dan lain-lain. Di Malaysia ada pabrik makanan, restoran dan masih banyak lagi. Termasuk metode pendidikan dengan homeschooling. (TI/arrahmah.com)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan isi komentar anda dengan bahasa yang santun

Lintas Sejarah

Al-Andalus (Arab: الأندلس al-andalus) adalah nama dari bagian Semenanjung Iberia (Spanyol dan Portugal) yang diperintah oleh orang Islam, atau orang Moor, dalam berbagai waktu antara tahun 711 dan 1492.[1] Al-Andalus juga sering disebut Andalusia, namun penggunaan ini memiliki keambiguan dengan wilayah administratif di Spanyol modern Andalusia. Masa kekuasaan Islam di Iberia dimulai sejak Pertempuran Guadalete, dimana pasukan Umayyah pimpinan Tariq bin Ziyad mengalahkan orang-orang Visigoth yang menguasai Iberia. Awalnya Al-Andalus merupakan provinsi dari Kekhalifahan Umayyah (711-750), lalu berubah menjadi sebuah keamiran (c. 750-929), sebuah kekhalifahan, (929-1031), dan akhirnya "taifa" yaitu kerajaan-kerajaan kecil pecahan dari kekhalifahan tersebut (1031-1492). Karena pada akhirnya orang-orang Kristen berhasil merebut Iberia dari tangan umat Islam (Reconquista), nama Al-Andalus umumnya tidak merujuk kepada Iberia secara umum, tapi kepada daerah-daerah yang dikuasai para Muslim pada zaman dahulu. Pada 1236, benteng terakhir umat Islam di Spanyol, Granada menyatakan tunduk kepada Ferdinand III dari Kastilia, dan menjadi negara bawahan Kastilia, hingga pada 1492 Muhammad XII menyerah sepenuhnnya kepada Los Reyes Católicos (Kerajaan Katolik Spanyol) pimpinan Raja Ferdinand dan Ratu Isabella. Sedangkan kekuasaan Islam di Portugal berakhir pada 1249 dengan ditaklukkannya Algarve oleh Afonso III. Kekalahan penguasa Muslim kemudian diikuti oleh penganiyaan dan pengusiran terhadap kaum Muslim dan Yahudi di Spanyol.[2] .